Minggu, 20 Desember 2015

MASALAH KEPENDUDUKAN DAN SOLUSINYA


          Negara Indonesia merupakan salah satu negara terbesar didunia dan merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke-4 didunia, negara Indonesia juga kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia, ini merupakan suatu kelebihan dan kekurangan bagi kita bangsa Indonesia. Dengan status sebagai negara dengan penduduk terbanyak ke-4 didunia bukan berarti kita akan terlepas dari masalah-masalah kependudukan, justru akan muncul masalah- masalah. Berikut ini saya akan membahas permasalahan kependudukan beserta solusinya, yaitu :



     1.     Permasalahan Kuantitas Penduduk di Indonesia

a.      Pertumbuhan Penduduk Indonesia
     Jumlah penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai angka 237.641.326 (www.bps.go.id). Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Dari sensus tahun 1971-2010, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Sementara pertumbuhan penduduk di Indonesia berkisar antara 2,15% pertahun hingga 2,49% pertahun.
Tingkat pertumbuhan penduduk seperti itu dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu:
kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).
     Peristiwa kelahiran di suatu daerah menyebabkan perubahan jumlah dan komposisi penduduk, sedangkan peristiwa kematian dapat menambah maupun mengurangi jumlah penduduk di suatu daerah. Mengurangi bagi yang ditinggalkan dan menambah bagi daerah yang didatangi. Selain penyebab langsung seperti kelahiran, kematian dan migrasi terdapat penyebab tidak langsung seperti keadaan social, ekonomi, budaya, lingkungan, politik dsb.



b.      Penyebaran penduduk yang tidak merata


        Gambar diatas menunjukan bahwa kepadatan penduduk terjadi dipulau jawa yang di tandai dengan warna merah dan oranye, sementara daerah lainnya seperti kalimantan, sumatera dan papua terbilang rendah dari kepadatan peduduk. Penyebaran penduduk yang tidak merata yang menyebabkan daerah tertentu menjadi padat seperti Jakarta, Bekasi, Bandung dan kota lain di Indonesia yang tidak meratanya penyebaran penduduk. Hal ini juga didukung dengan warga yang berbondong-bondong datang ke Ibukota / kota besar pada musim mudik lebaran yang nekat datang ke ibu kota untuk mengadu nasib disana, meski dengan pengetahuan dan pendidikan yang minim. Itu merupakan salah satu penyebab  tingkat kemiskinan, pengangguran, dan kejahatan di ibu kota.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyebaran penduduuk di Indonesia:
  1.  Kesuburan tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.
  2. Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal
  3. Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
  4. Perhubangan atau transportasi
  5. Fasilitas dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan, dll.
Solusi dari Permasalahan pertumbuhan penduduk :
1)         Pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk,
Dilakukan dengan cara menekan angka kelahiran melalui pembatasan jumlah
kelahiran,menunda usia perkawinan muda, dan meningkatkan pendidikan.
2)         Pemerataan Persebaran Penduduk,
Dilakukan dengan cara transmigrasi dan pembangunan industri di wilayah yang jarang penduduknya. Untuk mencegah migrasi penduduk dari desa kekota, pemerintah mengupayakan berbagai program berupa pemerataan pembangunan hingga ke pelosok, perbaikan sarana dan prasarana pedesaan, dan pemberdayaan ekonomi di pedesaan.

  2.    Permasalahan Kualitas Penduduk di Indonesia
a.    Masalah Tingkat Pendidikan
            Pendidikan juga menjadi sorotan penting tentang penduduk, karena pertumbuhan penduduk bila tidak diimbangi dengan peningkatan pendidikan yang baik akan percuma. Karena bisa dijajah oleh bangsa lain, penduduk tersebut bisa dieksploitasi oleh bangsa lain. Dari UU yang dikeluarkan pun terlihat bahwa wajib belajar penduduk Indonesia masih terbatas 9 tahun sementara negara lain bahkan menetapkan angka lebih dari 12 tahun dalam pendidikannya.
            Namun bagi Indonesia sendiri, angka 9 tahun pun belum semuanya terlaksana dan tuntas mengingat banyaknya pulau di Indonesia yang masih belum terjangkau oleh berbagai fasilitas pendidikan. Dari HDI (Human Development Indeks) tahun 2011 pun rata-rata pendidikan bangsa Indonesia masih pada angka 5.8 tahun. Dari sini pun sudah terlihat bagaimana tingkat pendidikan di Indonesia, namun semua akan percuma bila tingkat kesadaran bersekolah masyarakat rendah, dan besarnya anak usia sekolah yang tidak seimbang dengan penyediaan sarana pendidikan.
            Tapi pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu negara. Selain pendidikan yang penting, kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja. Orang yang tingkat pendidikanya tinggi diharapkan punya produktivitas yang tinggi.
            Namun tidak di indonesia, banyak orang yang berpendidikan tinggi menjadi pengangguran. Hal tersebut disebabkan oleh daya saing yang kurang dan persaingan yang ketat sehingga hanya dibutuhkan orang-orang yang berdaya saing kuat yang bisa mendapat pekerjaan.

Solusi yang diberikan adalah :
            1)      Pencanangan wajib belajar 9 tahun.
            2)      Mengadakan proyek belajar jarak jauh seperti SMP Terbuka dan Universitas Terbuka.
            3)      Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan (gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain).
            4)      Meningkatkan mutu guru melalui penataran-penataran.
            5)      Menyempurnakan kurikulum sesuai perkembangan zaman.
            6)      Mencanangkan gerakan orang tua asuh.
            7)      Memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi.


b.    Masalah Kesehatan
            Tingkat kesehatan suatu negara umumnya dilihat dari besar kecilnya angka kematian, karena kematian erat kaitannya dengan kualitas kesehatan. Kualitas kesehatan yang rendah umumnya disebabkan:
  1. Kurangnya sarana dan pelayanan kesehatan.
  2. Kurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
  3. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
  4. Gizi yang rendah.
  5. Penyakit menular.
  6. Lingkungan yang tidak sehat (lingkungan kumuh).
Dampak rendahnya tingkat kesehatan terhadap pembangunan adalah :
  1. Terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian tercurah pada perbaikan kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa manusia.
  2. Jika tingkat kesehatan manusia sebagai objek dan subjek pembangunan rendah, maka dalam melakukan apa pun khususnya pada saat bekerja, hasilnya pun akan tidak optimal.

Solusi yang dari permasalahan ini adalah :
1)     Mengadakan perbaikan gizi masyarakat.
2)     Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
3)     Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.
4)     Membangun sarana-sarana kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.
5)     Mengadakan program pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.
6)     Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan gizi dan kebersihan lingkungan.

Sumber :

Rabu, 16 Desember 2015

Hallo semua, nama saya jimmy riyanto
ini Blog pertama saya, dan ini juga postingan pertama saya hehehe

nanti Insya Allah saya akan sering posting tentang hal-hal yang bermanfaat..
Demikian.. terimakasih.