Minggu, 21 Oktober 2018

SUMBER DAYA MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL



PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA






SUMBER DAYA MANUSIA & TANGGUNG JAWAB SOSIAL


NAMA      : JIMMY RIYANTO
NPM          : 53415570
KELAS     : 4IA23





SUMBER DAYA MANUSIA

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah individu yang memiliki ide dan usaha produktif yang siap menyumbangkan ide dan usaha produktifnya pada suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Secara umum Sumber Daya Manusia dibagi menjadi dua yaitu Sumber Daya Manusia Makro dan Mikro. Pengertian Sumber Daya Makro yaitu jumlah penduduk dalam usia produktif dan Sumber Daya Manusia Mikro yaitu setiap individu yang berkerja diperusahaan atau organisai tertentu.

Dalam sebuah perusahaan atau organisasi pasti terdapat unsur Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mencapai tujuannya, untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan perencanaan dan perekrutan tenaga kerja atau SDM yang baik serta berkualitas.

Oleh karena itu dibutuhkan langkah-langkah manajemen untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut. Dalam perencanaan dan perekrutan tenaga kerja memerlukan strategi dan proses yang dilakukan oleh manajer sumber daya agar tenaga kerja atau Sumber Daya Manusia berada pada bagian dan tempat yang tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi atau perusahaan.

Menurut Manzini (1996) untuk merancang dan mengembangkan perencanaan sumber daya manusia yang efektif terdapat tiga tipe perencanaan yang saling terkait dan merupakan satu kesatuan system perencanaan tunggal, yaitu :
1.    Rencana Strategi (Strategic Planning) yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan organisasi dalam lingkungan persaingan.
2.      Rencana Operasional (Operational Planning) yang menunjukkan permintaan pada SDM.
3.      Perencanaan SDM (Human Resource Planning) yang digunakan untuk memprediksi kuliatas dan kuantitas kebutuhan sumber daya manusia dalam jangka pendek dan jangka panjang yang menggabungkan pengembangan dan kebijaksanaan SDM.

Agar sebuah perusahaan memiliki perencanaan SDM yang baik dan sesuai tujuan maka dibutuhkan langkah-langkah yang tepat, yaitu :
1.     Representasi dan refleksi dari rencana strategis perusahaan.
2.      Analisa dari kualifikasi tugas yang akan diemban oelh tenaga kerja
3.      Analisa ketersediaan tenaga kerja
4.      Melakukan tindakan inisiatif
5.      Evaluasi dan modifikasi tindakan

Karyawan sebagai Sumber Daya Manusia merupakan asset yang paling penting bagi perusahaan untuk menjalankan kegiatan produksinya. Mendapatkan karyawan dengan kriteria yang tepat merupakan kunci dari tercapainya suatu tujuan atau dalam kata lain merupakan kunci kesuksesan perusahaan tersebut. Disinilah peran manajemen perekrutan menjadi penting untuk menyeleksi para calon karyawan yang tepat dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan perusahaan untuk mencapai tujuan.

Dalam perekrutan tenaga kerja terdapat proses rekrutmen yang bertujuan, anatara lain :
1.      Untuk memikat sekumpulan besar pelamar kerja sehinggan organisasi mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan seleksi pada calon-calon pekerja.
2.      Tujuan pasca pengangkatan adalah perjanjian terhadap karyawan yang telah melakukan tugasnya dengan baik dengan perusahaan dan akan tetap bersama dengan perusahaan sampai jangka waktu yang sesuai dengan perjanjian.
3.      Menyisihkan pelamar yang tidak memenuhi syarat kualifikasi.
4.      Menentukan pelamar yang sesuai dengan kriteria dan syarat kualifikasi yang layak untuk posisi yang dibutuhkan.

Proses seleksi atau proses rekrutmen adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh para pelamar agar dapat diterima oleh perusahaan. Proses tersebut pada umumnya meliputi seleksi persyaratan, tes tertulis, wawancara, ujian fisik.

Manfaat dari perencanaan dan perekrutan tenaga kerja adalah diharapkan dapat memberi manfaat baik bagi perusahaan dan juga karyawan agar tercapainya tujuan, adapaun kegiatan perencanaan dan perekrutan tenaga kerja dilakukan sesuai kebutuhan pada organisasi atau perusahaan tersebut.

Sumber :


TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Tanggung Jawab Sosial atau Corporate Sosial Responsibility (CSR) adalah kewajiban social yang dalam hal ini perusahaan pada lingkungan, komunitas dan elemen yang terkait untuk membuat kontribusi dan komitmen yang berdampak positif.
Komponen utamanya meliputi :
Ø  Perlindungan lingkungan
Ø  Perlindungan kesehatan
Ø  Interaksi pada masyarakat
Ø  Bantuan kemanusiaan
Ø  Hak asasi manusia
Ø  Standard usaha
Ø  Pengembangan ekonomi dan badan usaha
Ø  Jaminan kerja
Ø  Pengembangan pasar dan pendidikan

Aktivitas tanggung jawab social sudah menjadi kegiatan yang penting bagi setiap perseroan, karena kegiatan ini merupakan cara untuk membangun hubungan dan kekuatan bisnis dan cara untuk menjadi penyeimbang kesehatan ekonomi, pasar, dan komunitas.

Salah satu program tanggup jawab social adalah pada perusahaan televisi yang menayangkan iklan bahaya dari narkoba karena Indonesia merupakan targer besar pasar peredaran narkotika jaringan internasional. Menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), barang bukti berupa narkoba yang berhasil disita pada tahun 2015 adalah 1,9 ton ganja, 672,782 butir ekstasi, dan 2,6 ton shabu. Hal tersebut diperkirakan hanya sekitar 20% dari narkoba yang beredar yang berhasil disita oleh kepolisian, berarti masih terdapat 80% narkoba yang beredar di Indonesia. Oleh karena itu setiap perusahaan televisi menunjukkan tanggung jawab sosialnya dengan membuat iklan anti narkoba.

Sumber :