PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA
SUMBER DAYA MANUSIA &
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
NAMA : JIMMY
RIYANTO
NPM :
53415570
KELAS : 4IA23
SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah individu yang
memiliki ide dan usaha produktif yang siap menyumbangkan ide dan usaha
produktifnya pada suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Secara umum
Sumber Daya Manusia dibagi menjadi dua yaitu Sumber Daya Manusia Makro dan
Mikro. Pengertian Sumber Daya Makro yaitu jumlah penduduk dalam usia produktif
dan Sumber Daya Manusia Mikro yaitu setiap individu yang berkerja diperusahaan
atau organisai tertentu.
Dalam sebuah perusahaan atau organisasi pasti terdapat
unsur Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mencapai tujuannya, untuk mencapai tujuan
tersebut dibutuhkan perencanaan dan perekrutan tenaga kerja atau SDM yang baik
serta berkualitas.
Oleh karena itu dibutuhkan langkah-langkah manajemen
untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut. Dalam perencanaan dan perekrutan tenaga
kerja memerlukan strategi dan proses yang dilakukan oleh manajer sumber daya
agar tenaga kerja atau Sumber Daya Manusia berada pada bagian dan tempat yang
tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi atau perusahaan.
Menurut Manzini (1996) untuk merancang dan
mengembangkan perencanaan sumber daya manusia yang efektif terdapat tiga tipe
perencanaan yang saling terkait dan merupakan satu kesatuan system perencanaan
tunggal, yaitu :
1. Rencana
Strategi (Strategic Planning) yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan
organisasi dalam lingkungan persaingan.
2.
Rencana
Operasional (Operational Planning) yang menunjukkan permintaan pada SDM.
3.
Perencanaan
SDM (Human Resource Planning) yang digunakan untuk memprediksi kuliatas dan
kuantitas kebutuhan sumber daya manusia dalam jangka pendek dan jangka panjang
yang menggabungkan pengembangan dan kebijaksanaan SDM.
Agar sebuah perusahaan memiliki perencanaan SDM yang
baik dan sesuai tujuan maka dibutuhkan langkah-langkah yang tepat, yaitu :
1. Representasi
dan refleksi dari rencana strategis perusahaan.
2.
Analisa
dari kualifikasi tugas yang akan diemban oelh tenaga kerja
3.
Analisa
ketersediaan tenaga kerja
4.
Melakukan
tindakan inisiatif
5.
Evaluasi
dan modifikasi tindakan
Karyawan
sebagai Sumber Daya Manusia merupakan asset yang paling penting bagi perusahaan
untuk menjalankan kegiatan produksinya. Mendapatkan karyawan dengan kriteria
yang tepat merupakan kunci dari tercapainya suatu tujuan atau dalam kata lain
merupakan kunci kesuksesan perusahaan tersebut. Disinilah peran manajemen
perekrutan menjadi penting untuk menyeleksi para calon karyawan yang tepat dan
berkualitas untuk memenuhi kebutuhan perusahaan untuk mencapai tujuan.
Dalam perekrutan tenaga kerja terdapat proses
rekrutmen yang bertujuan, anatara lain :
1.
Untuk
memikat sekumpulan besar pelamar kerja sehinggan organisasi mempunyai
kesempatan yang lebih besar untuk melakukan seleksi pada calon-calon pekerja.
2.
Tujuan
pasca pengangkatan adalah perjanjian terhadap karyawan yang telah melakukan
tugasnya dengan baik dengan perusahaan dan akan tetap bersama dengan perusahaan
sampai jangka waktu yang sesuai dengan perjanjian.
3.
Menyisihkan
pelamar yang tidak memenuhi syarat kualifikasi.
4.
Menentukan
pelamar yang sesuai dengan kriteria dan syarat kualifikasi yang layak untuk
posisi yang dibutuhkan.
Proses seleksi atau proses rekrutmen adalah
langkah-langkah yang harus dilakukan oleh para pelamar agar dapat diterima oleh
perusahaan. Proses tersebut pada umumnya meliputi seleksi persyaratan, tes
tertulis, wawancara, ujian fisik.
Manfaat dari perencanaan dan perekrutan tenaga kerja
adalah diharapkan dapat memberi manfaat baik bagi perusahaan dan juga karyawan
agar tercapainya tujuan, adapaun kegiatan perencanaan dan perekrutan tenaga
kerja dilakukan sesuai kebutuhan pada organisasi atau perusahaan tersebut.
Sumber :
TANGGUNG
JAWAB SOSIAL
Tanggung Jawab Sosial atau Corporate Sosial
Responsibility (CSR) adalah kewajiban social yang dalam hal ini perusahaan pada
lingkungan, komunitas dan elemen yang terkait untuk membuat kontribusi dan komitmen
yang berdampak positif.
Komponen utamanya meliputi :
Ø
Perlindungan
lingkungan
Ø
Perlindungan
kesehatan
Ø
Interaksi
pada masyarakat
Ø
Bantuan
kemanusiaan
Ø
Hak
asasi manusia
Ø
Standard
usaha
Ø
Pengembangan
ekonomi dan badan usaha
Ø
Jaminan
kerja
Ø
Pengembangan
pasar dan pendidikan
Aktivitas tanggung jawab social sudah menjadi kegiatan
yang penting bagi setiap perseroan, karena kegiatan ini merupakan cara untuk
membangun hubungan dan kekuatan bisnis dan cara untuk menjadi penyeimbang
kesehatan ekonomi, pasar, dan komunitas.
Salah satu program tanggup jawab social adalah pada
perusahaan televisi yang menayangkan iklan bahaya dari narkoba karena Indonesia
merupakan targer besar pasar peredaran narkotika jaringan internasional. Menurut
data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), barang bukti berupa narkoba yang
berhasil disita pada tahun 2015 adalah 1,9 ton ganja, 672,782 butir ekstasi,
dan 2,6 ton shabu. Hal tersebut diperkirakan hanya sekitar 20% dari narkoba
yang beredar yang berhasil disita oleh kepolisian, berarti masih terdapat 80%
narkoba yang beredar di Indonesia. Oleh karena itu setiap perusahaan televisi
menunjukkan tanggung jawab sosialnya dengan membuat iklan anti narkoba.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar